Ngapain Belajar ke Belanda?
“Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Belanda China”
Masih ingat pepatah yang sangat terkenal itu? Kalau saya sih nangkepnya bukan sebatas “pergilah ke China kalau mau menuntut ilmu”. Bukan. Bukan seperti itu kawan. Tapi maksudnya (menurut saya) lebih ke jangan setengah-setengah kalau melakukan sesuatu. Kalau mau membakar kapal, ya bakar saja. Kalau mau menuntut ilmu ya jangan tanggung-tanggung kalau harus ke China ya pergilah ke China, kalau harus ke Jepang ya pergilah ke Jepang, kalau harus ke Belanda ya pergilah ke Belanda. Pengertian “kalau harus” di sini maksudnya kalau ada kesempatan.
Oh iya bicara soal “ngapain belajar ke Belanda”. Dari salah satu situs tertulis:
Belanda tetap menjadi negara Eropa pemberi beasiswa terbesar di Indonesia.
Belanda menawarkan pilihan program studi berbahasa Inggris terbanyak di Eropa selain Inggris.
Dan jelas di Belanda ada universitas-universitas yang cukup bagus (sangat bagus sekali jika dibandingkan dengan Indonesia). Kalau bicara soal universitas-universitas di Belanda, ada University of AMSTERDAM (rangking 53 dunia), LEIDEN University(rangking 64 dunia), dan UTRECHT University(rangking 67 dunia) . Kalau dilihat rangkingnya, jelas kampus saya yang hanya nangkring di posisi 287 dunia masih kalah jauh, sedangkan 11 dari universitas di Belanda masuk ranking 200 universitas terbaik didunia. Jadi, paling tidak ada 11 universitas (kemungkinan malah lebih) yang lebih baik dari kampus saya.
Karena di Belanda banyak beasiswa, karena sebagian besar program studi universitas-universitas di Belanda menggunakan Bahasa Inggris (mampus dah kalau harus make bahasa Belanda), multikultural (ini penting). Iya hidup di lingkungan yang multikultural itu penting. Itulah yang saya dapat dari kuliah Prinsip-Prinsip Manajemen. Penting kenapa? Karena nanti ketika saya jadi manajer perusahaan besar (amin….), lha yang namanya perusahaan besar pasti pekerjanya juga nggak cuma dari satu budaya. Jadi kalau misalnya saya pernah hidup di lingkungan multikultural (misalnya Belanda), ya kan jadi nggak kagetan kaget. :D




















Selama kita bisa maka lakukanlah,,, asal bener
@beat2ws-bumen: iya mas asal bener :mrgreen:
“Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Belanda China”
maksudnya, menurut pemahaman gw, adalah kita harus menuntut ilmu ke negeri yang terbaik, kiblat ilmu itu berada, jika kita mampu.
Example:
Klo kita mau menjadi “dewa” di bidang IT, kita bisa pergi menuntut ilmu ke MIT, Amerika, jika kita mampu. Karena disana adalah kiblat TI dunia..
CMIIW :D
@Ardi Lionheart: kalau Belanda itu buat belajar apa ya? Bahasa Jawa? Bukannya kebanyakan lulusan sastra jawa UI itu nerusin S2 nya di Belanda? Haha… :D