08
Feb
2009
Sumpah capek banget tapi seru. Setelah nyelesein tugas sebagai panitia (walau jarang ikutan rapat) compfest atau computer festival 2009. Hehe… Compfest itu acara yang diselenggarain fasilkom untuk umum dan GRATIS. Yang paling seru pas liat TANGGA nyanyi. Pas 2 cowo ama 2 cewe itu tampil udah agak sepi. Jadi kesannya TANGGA tampil buat anak2 fasilkom doang. Gue jadi bisa berdiri di barisan depan, jarak 3 meteran. Hehe… Puas abis deh. Read the rest of this entry »
Tags: compfest, festival, Komputer
Posted in Komputer
02
Feb
2009
Masih ingat prinsip induksi matematika? Intinya seperti ini:
- Misalkan kita akan membuktikan bahwa seseorang mampu berjalan dalam jarak tempuh yang sangat panjang (berkilo-kilo).
- Dalam induksi matematika, tahap awal pembuktian ini yaitu membuktikan bahwa seseorang itu mampu melakukan langkah pertama. Jika seseorang itu terbukti TIDAK MAMPU MELAKUKAN LANGKAH PERTAMANYA, berarti TIDAK mungkin seseorang itu berjalan menempuh jalan berkilo-kilo (dengan anggapan panjang langkahnya sesuai manusia normal pada umumnya).
- Sedangkan jika tahap awal itu berhasil, ada kemungkinan seseorang itu (ia) berjalan menempuh jalan berkilo-kilo. Tahap selanjutnya yaitu membuktikan bahwa: Read the rest of this entry »
Tags: indonesia, induksi, matematika
Posted in Ide
26
Jan
2009
Setelah postingan saya sebelumnya mengenai ngoding yang nggak penting, kali ini kita akan membahas lagi mengenai sesuatu yang (mungkin) nggak penting juga. Sebelumnya saya jelaskan IP itu apa. IP yaitu Indeks Prestasi yang merupakan nilai atau refleksi hasil kuliah yang telah ditempuh. Pokoknya rentangnya itu 0 sampai 4. Nah buat yang udah kuliah pasti tahulah IP itu apa (kalau yang belum tahu kan udah dijelasin tadi, kalau yang masih nggak tahu ya anggap aja tahu lah). Sekarang gini nih pentingkah yang namanya IP? Akan ada banyak jawaban seperti:
Kemungkinan 1: Ya penting lah kan kalau IP nya cumlaude keren…. (haha…)
Kemungkinan 2: Ah gue sih nggak mikirin yang penting kan kuliah…. (terus download…. terus pulang…) Read the rest of this entry »
Tags: IP, nilai
Posted in Ide
26
Jan
2009
Tulisan ini terinspirasi karena status plurknya Ikhma pada suatu zaman waktu. Ketika seseorang bercerita kepada orang lain yang bahasa gaulnya curhat, berarti beban masalah orang itu telah berkurang. Tapi, saya jadi ingat kata-kata guru BK (Bimbingan Konseling) SMA saya dulu. Jadi kira-kira kata beliau begini intinya kita harus bisa selektif apa-apa yang bisa di-share kepada orang lain dan apa-apa yang harus tetap jadi rahasia kita. Misalnya nggak mungkin lah kita cerita-cerita kepada orang lain kalau kita (misalnya) punya uang utang 100 juta. Kekeke …… Itu cuma contoh lho!
Kemudian mengenai blog yang isinya diary, life journal, perjalanan hidup, atau apalah namanya. Nah ini (seperti blog ini) juga hasil karya iseng orang-orang hebat yang nggak punya kerjaan dan sangat berani nekat mem-publish kisah-kisah yang menginspirasi orang membuka aib. Kecuali blog ini yang akan menginspirasi Anda. Kekeke……
OK.Sekarang serius. Orang-orang yang berani nekat nyeritain kisah hidupnya berarti dia itu bersifat terbuka seperti saya yang pintar ini dan mau menerima masukan dari orang lain. Prinsip ini kayak system open source-nya LINUX, yang selalu menerima masukan dari usernya.
Dan saya rasa untuk menjadi pribadi yang lebih baik (sesuai slogan blog ini yaitu BETTER FOR FUTURE yang diambil dari slogan jaket smansa saya) memang perlu untuk membuat blog pribadi sesekali curhat sama orang lain dan juga sewaktu-waktu siap menjadi “tempat sampah” bagi orang lain.
Ada yang mau “nyampah” ? Kekeke…….!
Tags: kisah, plurk
Posted in Opini
26
Jan
2009
Ngoding aka programming itu nggak penting (lebih penting baca postingan ini) apalagi buat mereka (baca:mahasiswa) yang kalau mengerjakan tugas-tugas programming-nya cuma copy-paste, yang berdalih kalau besok itu kerjanya nggak bakal ngoding tapi jadi bos ngoding, yang berdalih kalau ngoding itu sangat susah terlalu gampang, yang berdalih kalau sebenarnya anak sistem informasi itu nggak mampu selevel sama yang namanya hal sepele seperti ngoding, yang berdalih kalau ngoding itu adalah kerjaannya anak ilmu komputer atau informatika dan hanya untuk orang-orang yang pintar, yang berdalih kalau besok itu yang ngoding cuma programmer dan programmer itu ibarat “kuli” dalam jenjang profesi dunia IT (Information Technology), yang menyimpulkan kalau ngoding itu hal sepele dan nggak penting.
Itu (mungkin) benar dan saya nggak mengingkari itu tapi yang jadi masalahnya di sini yaitu: Apa iya orang yang nggak bisa melakukan hal sepele, bisa melakukan hal penting? Ibaratnya berdiri aja nggak bisa kok ya mau lari? Apa nanti nggak diketawain anjing-anjing (ini anjing dalam arti sebenarnya lho) Fasilkom ? Menjadi programmer aka ngoding itu kan “kuli” dalam dunia per-IT-an (katanya orang-orang yang lebih pintar dari saya).
Kalau mengajari “kuli” aja (ngajarin orang ngoding) tidak bisa bagaimana mau menjadi atasannya “kuli”? Bagaimana mau mengoreksi kesalahan-kesalahan sang “kuli”? Nanti bisa-bisa atasannya “kuli” dibohongin sama seorang “kuli”. Lucu kan? Yah tertawalah silakan selagi masih lucu. Saya tegaskan lagi di sini ngoding itu nggak penting, ngoding itu masalah yang kecil, ngoding itu masalah yang sepele, tapi apakah seseorang yang nggak mampu meng-handle masalah kecil akan mampu meng-handle masalah yang besar?
[ditulis oleh seseorang yang belum bisa jadi “kuli”]
Tags: coding, programming
Posted in Opini