Bersyukur
Jika diingat-ingat pasti banyak peluang-peluang emas yang disia-siakan. Banyak amunisi yang tidak digunakan. Banyak fungsi yang tidak terpakai. Banyak fitur-fitur yang terbuang. Atau dengan kata lain utilitas yang sangat jauh dibawah 100%. Apa yang ada tidak dimanfaatkan dengan baik, malah mendamba-dambakan sesuatu yang tidak ada. Dan setelah sesuatu yang tidak ada itu menjadi ada, ternyata malah hanya disia-siakan. Iya begitu seterusnya mendambakan sesuatu yang ternyata tidak digunakan.
Padahal, yang saya tau memanfaatkan sesuatu yang ada adalah suatu bentuk penghargaan, penghargaan terhadap yang telah memberi sesuatu tersebut, atau kalau boleh dikatakan sebagai bentuk rasa syukur. Iya rasa syukur saya rasa nggak akan ada maknanya kalau cuma diucapkan. Nggak akan ada maknanya kalau kita diberi sesuatu oleh orang lain misalnya, hanya mengucap ‘terima kasih’ saja tetapi setelah itu sesuatu pemberian itu dibuang. Ya kan?
Berkali-kali diberi kesempatan, diberi potensi, diberi peluang-peluang oleh Allah. Lalu menyia-nyiakannya. Apakah itu bentuk syukur? Kalau saja kita bisa bersyukur yang sebenar-benarnya. Semoga kita bisa mensyukuri semua yang telah Allah berikan. Bersukur dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Mengubah peluang menjadi kenyataan. Mari bersyukur.












