Posts Tagged ‘Allah’

Resensi Buku: Ibnu Khaldun, Sang Mahaguru

Iya. Sesuai janji saya sebelumnya, saya akan mereview sedikit buku karangan Bensalem Himmish yang sudah selesai saya baca ini. Jadi, novel ini diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup seorang ilmuwan muslim besar abad pertengahan yang bernama Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun ini merupakan seorang ahli hukum, sejarawan, filsuf, sosiolog, dan ekonom. Secara umum buku ini menarik, walaupun agak membosankan di bagian-bagian awal buku ini karena lebih banyak tentang pendiktean dari Ibnu Khaldun kepada penulisnya yang setia mencatat pemikiran-pemikirannya. Sedangkan bagian-bagian akhir cerita semakin menarik terutama saat bagaimana Ibnu Khaldun sebagai seorang cendekiawan. menghadapi serangan Timur Lang dari Mongol. Selebihnya jelas merupakan kisah-kisah Ibnu Khaldun sampai kematiannya.

Hal yang menarik lainnya yaitu bahwa novel ini benar-benar mengangkat sisi manusiawi Ibnu Khaldun sebagai seorang manusia biasa tapi juga Hakim Maliki yang taat dan cerdas. Maksudnya Hakim Maliki itu jadi zaman dulu itu, di kerajaan-kerajaan timur tengah selalu ada 4 hakim dari 4 mazhab. Nah, fungsi hakim-hakim ini ya untuk memutuskan suatu perkara agar sesuai syariah, atau terkadang ada orang-orang yang sekedar berkonsultasi ke seorang hakim untuk memecahkan suatu persoalan kehidupan agar tidak keluar dari jalur agama terutama tidak keluar dari mazhab atau aliran yang mereka anut. Namun terkadang, kehadiran hakim ini tidak jarang juga menjadi alat politik. Saat itu bahkan beberapa hakim termasuk Ibnu Khaldun dipaksa untuk menandatangani suatu fatwa untuk menghukum mati seorang raja yang telah dilengserkan dengan pemberontakan. Sangat-sangat menarik.

Berikut beberapa kutipan yang saya suka di novel ini:

“Hati seorang mukmin itu selalu ada ruang untuk kesengsaraan dan penderitaan orang lain. Karena itu, ceritakanlah kepadaku, tanpa sungkan tentang semua hal yang mengganggumu. Itu mungkin bisa meringankan deritamu.” Ucap Ibnu Khaldun kepada pembantunya.

“Orang mukmin itu diuji , Ummul Banin. Orang mukmin itu diuji. Daripada menangis, lebih baik beriman kepada Allah. Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Ucap Ibnu Khaldun kepada istri dari almarhum penulis setia Ibnu Khaldun.

  • Share/Save/Bookmark

Bersyukur

Jika diingat-ingat pasti banyak peluang-peluang emas yang disia-siakan. Banyak amunisi yang tidak digunakan. Banyak fungsi yang tidak terpakai. Banyak fitur-fitur yang terbuang. Atau dengan kata lain utilitas yang sangat jauh dibawah 100%. Apa yang ada tidak dimanfaatkan dengan baik, malah mendamba-dambakan sesuatu yang tidak ada. Dan setelah sesuatu yang tidak ada itu menjadi ada, ternyata malah hanya disia-siakan. Iya begitu seterusnya mendambakan sesuatu yang ternyata tidak digunakan.

Padahal, yang saya tau memanfaatkan sesuatu yang ada adalah suatu bentuk penghargaan, penghargaan terhadap yang telah memberi sesuatu tersebut, atau kalau boleh dikatakan sebagai bentuk rasa syukur. Iya rasa syukur saya rasa nggak akan ada maknanya kalau cuma diucapkan. Nggak akan ada maknanya kalau kita diberi sesuatu oleh orang lain misalnya, hanya mengucap ‘terima kasih’ saja tetapi setelah itu sesuatu pemberian itu dibuang. Ya kan?

Berkali-kali diberi kesempatan, diberi potensi, diberi peluang-peluang oleh Allah. Lalu menyia-nyiakannya. Apakah itu bentuk syukur? Kalau saja kita bisa bersyukur yang sebenar-benarnya. Semoga kita bisa mensyukuri semua yang telah Allah berikan. Bersukur dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Mengubah peluang menjadi kenyataan. Mari bersyukur. :smile:

  • Share/Save/Bookmark

Doa Menjelang Ujian

رَبِّ اشْرَحْ لِى صَدْرِ وَيَسِّرْلِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِى يَفْقَهُ قَوْلِى
“My Lord, open out for me my breast. And ease for me my task. And loose the knot of my tongue. That they may understand my speech”
“Ya Robb-ku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

  • Share/Save/Bookmark

Apa Keinginanmu?

/*Lagi-lagi terinspirasi materi mentoring tadi sore bersama kak Topan.*/

hope

Apa keinginanmu? Hmmm… mungkin lebih tepatnya apa harapan yang ingin dicapai di dunia ini?

Wew… sebenarnya banyak harapanku (sekarang pakai kata “aku” aja deh untuk kata ganti orang pertama tunggal Big Grin), mulai dari yang ecek-ecek sampai yang bener-bener kayak khayalan. Mulai dari akademis, kesehatan, finansial, asmara (halah udah kayak ramalan bintang aja Laughing Out Loud),  agama, dan lain-lain lah pokoknya. Pengen lulus cumlaude, pengen ke luar negeri, pengen punya usaha/ bisnis sendiri, pengen lebih mendalami agama, pengen ngebanggain orang tua, pengen tetep eksis nge-blog Green with Envy, terus…. pengen apalagi ya? Read the rest of this entry »

  • Share/Save/Bookmark

Hanya Harapan?

Perlukah seseorang mempunyai harapan? Neutral

Perlukah seseorang mempunyai mimpi? Neutral

Ketika suatu inspirasi datang, terkadang langsung terbesit harapan-harapan. Tapi terkadang harapan itu hanya menjadi sebuah khayalan Neutral. Mengapa? Ya karena harapan – harapan itu terlalu tinggi. Tapi bukan itu sebenarnya masalahnya. Untuk mencapai suatu ketinggian tertentu bukankah harus melewati dulu ketinggian yang lebih rendah? Untuk naik ke lantai 100 bukankah harus melewati lantai 1, 2, 3,4, dan seterusnya sampai lantai yang ke 99 dan akhirnya bisa mencapai lantai yang ke 100?

Read the rest of this entry »

  • Share/Save/Bookmark