Posts Tagged ‘kisah’

Don’t Judge: Jangan Lihat Satu Sisi Saja

Ada cerita yang berikut ini terinspirasi denger dari obrolan kecil-kecilan bareng temen-temen:

Suatu hari di kereta ada 2 anak kecil yang lari-larian di gerbong. Mereka berlari-larian sambil berteriak-teriak dengan cukup keras dan terlihat sangat mengganggu penumpang kereta yang lain. Ya bahasa Jawanya ndregil lah. Anehnya seorang pria yang merupakan ayah 2 anak kecil itu diam saja melihat kelakuan anaknya yang sangat menggangggu itu. Dia duduk dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa sementara penumpang yang lain sangat terganggu oleh ulah 2 anak kecil tadi. Melihat kejadian tersebut, salah seorang penumpang kereta yang cukup geram kemudian mendatangi ayah dari 2 anak kecil yang kelakuannya sangat mengganggu itu.

“Maaf Pak, itu tolong anaknya diingatkan agar tidak lari-larian biar nggak mengganggu penumpang yang lain!” kata salah seorang penumpang tadi kepada ayah dari kedua anak kecil.

“Maaf, saya sedang bingung Pak. Setengah jam yang lalu saya dapat kabar kalau istri saya yang merupakan ibu dari kedua anak itu baru saja meninggal. Saya bingung, dalam belum mengatakan apa-apa kepada kedua anak saya itu.” kata ayah dari kedua anak kecil kepada salah seorang penumpang tadi.

Jleb, salah seorang penumpang yang mendengar penuturan bapak dari 2 anak kecil tadi speechless. Seluruh prasangka dan rasa geram hilang seketika, dan mengerti keadaan yang sebenarnya sekarang.

“Oh, ya sudah Pak. Nanti biar saya yang bantu ngejagain anak-anak Bapak deh, biar Bapak bisa tenangin diri dulu.” kata salah seorang penumpang tadi.

Iya jadi maknanya? Kadang segala judging kepada orang lain belum tentu seperti apa yang kita pikirkan dan saat melihat dari sisi orang lain, barulah bisa mengerti kenapa orang itu bertindak seperti itu.

  • Share/Save/Bookmark

Tunggu Saya

Hmmm… Udah lama nggak ngepost di blog saya yang pake hosting berbayar mahal ini. Maaf. Mungkin postingan ini juga hanya transisi.

Tenanglah. Tunggu saya. Tunggu ide-ide saya.

Neutral
  • Share/Save/Bookmark

Mengapa Orang-Orang Terlalu Gampang Nyeritain Kisah Hidupnya?

Tulisan ini terinspirasi karena status plurknya Ikhma pada suatu zaman waktu. Ketika seseorang bercerita kepada orang lain yang bahasa gaulnya curhat, berarti beban masalah orang itu telah berkurang. Tapi, saya jadi ingat kata-kata guru BK (Bimbingan Konseling) SMA saya dulu. Jadi kira-kira kata beliau begini intinya kita harus bisa selektif apa-apa yang bisa di-share kepada orang lain dan apa-apa yang harus tetap jadi rahasia kita. Misalnya nggak mungkin lah kita cerita-cerita kepada orang lain kalau kita (misalnya) punya uang utang 100 juta. Kekeke …… Itu cuma contoh lho!
Kemudian mengenai blog yang isinya diary, life journal, perjalanan hidup, atau apalah namanya. Nah ini (seperti blog ini) juga hasil karya iseng orang-orang hebat yang nggak punya kerjaan dan sangat berani nekat mem-publish kisah-kisah yang menginspirasi orang membuka aib. Kecuali blog ini yang akan menginspirasi Anda. Kekeke……
OK.Sekarang serius. Orang-orang yang berani nekat nyeritain kisah hidupnya berarti dia itu bersifat terbuka seperti saya yang pintar ini dan mau menerima masukan dari orang lain. Prinsip ini kayak system open source-nya LINUX, yang selalu menerima masukan dari usernya.
Dan saya rasa untuk menjadi pribadi yang lebih baik (sesuai slogan blog ini yaitu BETTER FOR FUTURE yang diambil dari slogan jaket smansa saya) memang perlu untuk membuat blog pribadi sesekali curhat sama orang lain dan juga sewaktu-waktu siap menjadi “tempat sampah” bagi orang lain.
Ada yang mau “nyampah” ? Kekeke…….!

  • Share/Save/Bookmark