Tunggu Saya
Hmmm… Udah lama nggak ngepost di blog saya yang pake hosting berbayar mahal ini. Maaf. Mungkin postingan ini juga hanya transisi.
Tenanglah. Tunggu saya. Tunggu ide-ide saya.
Hmmm… Udah lama nggak ngepost di blog saya yang pake hosting berbayar mahal ini. Maaf. Mungkin postingan ini juga hanya transisi.
Tenanglah. Tunggu saya. Tunggu ide-ide saya.
Tulisan ini terinspirasi karena status plurknya Ikhma pada suatu zaman waktu. Ketika seseorang bercerita kepada orang lain yang bahasa gaulnya curhat, berarti beban masalah orang itu telah berkurang. Tapi, saya jadi ingat kata-kata guru BK (Bimbingan Konseling) SMA saya dulu. Jadi kira-kira kata beliau begini intinya kita harus bisa selektif apa-apa yang bisa di-share kepada orang lain dan apa-apa yang harus tetap jadi rahasia kita. Misalnya nggak mungkin lah kita cerita-cerita kepada orang lain kalau kita (misalnya) punya uang utang 100 juta. Kekeke …… Itu cuma contoh lho!
Kemudian mengenai blog yang isinya diary, life journal, perjalanan hidup, atau apalah namanya. Nah ini (seperti blog ini) juga hasil karya iseng orang-orang hebat yang nggak punya kerjaan dan sangat berani nekat mem-publish kisah-kisah yang menginspirasi orang membuka aib. Kecuali blog ini yang akan menginspirasi Anda. Kekeke……
OK.Sekarang serius. Orang-orang yang berani nekat nyeritain kisah hidupnya berarti dia itu bersifat terbuka seperti saya yang pintar ini dan mau menerima masukan dari orang lain. Prinsip ini kayak system open source-nya LINUX, yang selalu menerima masukan dari usernya.
Dan saya rasa untuk menjadi pribadi yang lebih baik (sesuai slogan blog ini yaitu BETTER FOR FUTURE yang diambil dari slogan jaket smansa saya) memang perlu untuk membuat blog pribadi sesekali curhat sama orang lain dan juga sewaktu-waktu siap menjadi “tempat sampah” bagi orang lain.
Ada yang mau “nyampah” ? Kekeke…….!