Tentang Startup: Mencari Investor

Foto(Kiri-Kanan): Wawan, Aqid, Luqman, Fajar, April, Shandy, Affath 
Mahasiswa Fasilkom 2008 di #startuplokal meetup v.15 *)

Jadi, kemarin hari sabtu akhirnya kesampaian juga ikutan #startuplokal meetup v.15 bertempat di Ruang Cendrawasih 2, JCC, Jakarta. Sebenernya udah beberapa kali berniat hadir di #startuplokal meetup yang sebelum-sebelumnya tapi selalu berhalangan. Oh iya, buat yang belum tau apa itu #startuplokal mungkin bisa mengunjungi website-nya di http://startuplokal.org/.

The #StartupLokal Community is a melting pot between startups owner, developers, investors and media to collaborate and found each other.

Kira-kira gambaran kasarnya seperti kutipan di atas, dan #startuplokal yang bisa dibilang komunitas startup/ entrepreneur di bidang IT ini memang secara rutin mengadakn meetup yang diisi dengan sharing mengenai tema tertentu. Kebetulan kemarin itu temanya tentang Investor Idol.  Sebelum main session, acara pertama-tama dimulai dengan pitching atau presentasi singkat dari sekitar 20 startup yang merupakan kontestan dari Project Eden. Nah setelah istirahat makan siang, dilanjutkan pembahasan mengenai Investor Idol dengan beberapa pembicara sekaligus dan seorang moderator. Read the rest of this entry »

  • Share/Save/Bookmark

Ngetes Agregator Blog

Cuma mau ngetes agregator blog mas luqman. :biggrin:

  • Share/Save/Bookmark

Mahasiswa Tua dan Kehidupan Pasca Kampus

Btw, udah lama nih kayaknya nggak nulis di blog. Padahal banyak ide-ide yang mau ditulis. Hehe… Sesuai judulnya tulisan kali ini akan membahas mengenai pikiran-pikiran yang sedang berkecamuk pada salah seorang mahasiswa semester 6, ya saya ini. Sebagai mahasiswa semester 6, berarti praktis tinggal 1 tahun lagi untuk menuju ke kehidupan pasca kampus setelah lulus dan mendapat tambahan “,S.Kom.” di belakang nama saya. Secara garis besar hal-hal yang saya pikirkan pada masa-masa sekarang ini ya mengenai targetan-targetan atau impian-impian sebelum saya lulus dan rencana-rencana pasca kelulusan.

Apa sih hal-hal yang masih ingin saya lakukan sebelum mendapat gelar S1 tahun 2012 nanti?

Banyak sih sebenernya. Read the rest of this entry »

  • Share/Save/Bookmark

Don’t Judge: Jangan Lihat Satu Sisi Saja

Ada cerita yang berikut ini terinspirasi denger dari obrolan kecil-kecilan bareng temen-temen:

Suatu hari di kereta ada 2 anak kecil yang lari-larian di gerbong. Mereka berlari-larian sambil berteriak-teriak dengan cukup keras dan terlihat sangat mengganggu penumpang kereta yang lain. Ya bahasa Jawanya ndregil lah. Anehnya seorang pria yang merupakan ayah 2 anak kecil itu diam saja melihat kelakuan anaknya yang sangat menggangggu itu. Dia duduk dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa sementara penumpang yang lain sangat terganggu oleh ulah 2 anak kecil tadi. Melihat kejadian tersebut, salah seorang penumpang kereta yang cukup geram kemudian mendatangi ayah dari 2 anak kecil yang kelakuannya sangat mengganggu itu.

“Maaf Pak, itu tolong anaknya diingatkan agar tidak lari-larian biar nggak mengganggu penumpang yang lain!” kata salah seorang penumpang tadi kepada ayah dari kedua anak kecil.

“Maaf, saya sedang bingung Pak. Setengah jam yang lalu saya dapat kabar kalau istri saya yang merupakan ibu dari kedua anak itu baru saja meninggal. Saya bingung, dalam belum mengatakan apa-apa kepada kedua anak saya itu.” kata ayah dari kedua anak kecil kepada salah seorang penumpang tadi.

Jleb, salah seorang penumpang yang mendengar penuturan bapak dari 2 anak kecil tadi speechless. Seluruh prasangka dan rasa geram hilang seketika, dan mengerti keadaan yang sebenarnya sekarang.

“Oh, ya sudah Pak. Nanti biar saya yang bantu ngejagain anak-anak Bapak deh, biar Bapak bisa tenangin diri dulu.” kata salah seorang penumpang tadi.

Iya jadi maknanya? Kadang segala judging kepada orang lain belum tentu seperti apa yang kita pikirkan dan saat melihat dari sisi orang lain, barulah bisa mengerti kenapa orang itu bertindak seperti itu.

  • Share/Save/Bookmark

Resensi Buku: Ibnu Khaldun, Sang Mahaguru

Iya. Sesuai janji saya sebelumnya, saya akan mereview sedikit buku karangan Bensalem Himmish yang sudah selesai saya baca ini. Jadi, novel ini diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup seorang ilmuwan muslim besar abad pertengahan yang bernama Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun ini merupakan seorang ahli hukum, sejarawan, filsuf, sosiolog, dan ekonom. Secara umum buku ini menarik, walaupun agak membosankan di bagian-bagian awal buku ini karena lebih banyak tentang pendiktean dari Ibnu Khaldun kepada penulisnya yang setia mencatat pemikiran-pemikirannya. Sedangkan bagian-bagian akhir cerita semakin menarik terutama saat bagaimana Ibnu Khaldun sebagai seorang cendekiawan. menghadapi serangan Timur Lang dari Mongol. Selebihnya jelas merupakan kisah-kisah Ibnu Khaldun sampai kematiannya.

Hal yang menarik lainnya yaitu bahwa novel ini benar-benar mengangkat sisi manusiawi Ibnu Khaldun sebagai seorang manusia biasa tapi juga Hakim Maliki yang taat dan cerdas. Maksudnya Hakim Maliki itu jadi zaman dulu itu, di kerajaan-kerajaan timur tengah selalu ada 4 hakim dari 4 mazhab. Nah, fungsi hakim-hakim ini ya untuk memutuskan suatu perkara agar sesuai syariah, atau terkadang ada orang-orang yang sekedar berkonsultasi ke seorang hakim untuk memecahkan suatu persoalan kehidupan agar tidak keluar dari jalur agama terutama tidak keluar dari mazhab atau aliran yang mereka anut. Namun terkadang, kehadiran hakim ini tidak jarang juga menjadi alat politik. Saat itu bahkan beberapa hakim termasuk Ibnu Khaldun dipaksa untuk menandatangani suatu fatwa untuk menghukum mati seorang raja yang telah dilengserkan dengan pemberontakan. Sangat-sangat menarik.

Berikut beberapa kutipan yang saya suka di novel ini:

“Hati seorang mukmin itu selalu ada ruang untuk kesengsaraan dan penderitaan orang lain. Karena itu, ceritakanlah kepadaku, tanpa sungkan tentang semua hal yang mengganggumu. Itu mungkin bisa meringankan deritamu.” Ucap Ibnu Khaldun kepada pembantunya.

“Orang mukmin itu diuji , Ummul Banin. Orang mukmin itu diuji. Daripada menangis, lebih baik beriman kepada Allah. Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Ucap Ibnu Khaldun kepada istri dari almarhum penulis setia Ibnu Khaldun.

  • Share/Save/Bookmark